
Ambon, Kemenkum Maluku — Suasana Sabtu di Pattimura Park Ambon mendadak riuh dengan antusiasme pelaku usaha yang mengejar momentum penutupan Salam Fest Moluccas Digifest 2026. Kementerian hukum Maluku memanfaatkan hari terakhir ini untuk melakukan aksi jemput bola yang agresif, memastikan tidak ada pelaku UMKM yang tertinggal dalam memproteksi aset kreatif mereka di momen Hari Kekayaan Intelektual Sedunia.
Petugas pelayanan hukum tidak lagi duduk manis di balik meja, melainkan menyisir setiap sudut area pameran secara door to door. Mereka masuk ke booth-booth UMKM untuk membisikkan pentingnya mengunci merek dagang sebelum diklaim pihak lain. Strategi gerilya ini terbukti efektif menarik perhatian para pengusaha muda yang selama ini merasa urusan hukum itu rumit dan memakan waktu lama.
Hasilnya, enam pengunjung yang beruntung berhasil mendapatkan konsultasi eksklusif di menit-menit terakhir pelaksanaan kegiatan. Lima di antaranya langsung mendalami cara mendaftarkan merek mereka agar punya payung hukum yang kuat. Menariknya, ada satu pelaku usaha yang sukses menuntaskan pendaftaran Perseroan Perorangan hanya dalam satu kali duduk dan langsung membawa pulang sertifikat resminya di lokasi festival.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Maluku, Saiful Sahri mengatakan bahwa langkah kementerian hukum Maluku ini membuktikan bahwa layanan administrasi hukum kini sudah bertransformasi menjadi sangat praktis dan dekat dengan masyarakat. "Dengan berakhirnya rangkaian festival ini, kesadaran baru telah tertanam di benak para pelaku usaha Maluku bahwa legalitas bukan lagi beban, melainkan senjata utama untuk membawa produk lokal naik kelas ke kancah nasional maupun internasional" harapnya. (Humas/H.S)







