
Ambon, Kemenkum Maluku – Momen transisi kepemimpinan menyelimuti suasana hangat di tanah Maluku saat Reza Adityas Ananda secara resmi mengakhiri masa tugasnya. Acara pengantar tugas ini menandai selesainya dedikasi Reza Adityas Ananda sebagai Kepala Divisi Pelayanan Hukum pada kantor Wilayah kementerian Hukum Maluku, Jumat (6/2). Kini, dirinya bersiap membawa integritas dan pengalaman berharganya ke jenjang yang lebih tinggi sebagai Tenaga Ahli Utama pada Badan Otoritas Pengelolaan Pantai Utara Jawa.
Dalam prosesi tersebut, Kepala Kantor Wilayah Maluku, Saiful Sahri, menyampaikan pesan bermakna sebagai bekal perjalanan. Saiful menekankan bahwa kunci utama dalam meraih keberhasilan di setiap penugasan adalah kesabaran dan menjaga ibadah. Menurutnya, ketenangan batin dan keteguhan prinsip merupakan modal dasar dalam menghadapi dinamika tanggung jawab yang lebih luas di tingkat nasional.
Saiful juga mengapresiasi dedikasi luar biasa yang telah ditunjukkan Reza Adityas Ananda selama bertugas di Maluku. Ia menekankan bahwa integritas bukan sekadar kata-kata, melainkan tindakan nyata yang konsisten dalam menjaga nilai-nilai kebenaran. Legacy yang ditinggalkan di Maluku, menurut Saiful, adalah bukti bahwa kerja keras yang dilandasi integritas akan selalu membuahkan hasil yang dihormati semua pihak.
Sementara itu, Reza Adityas Ananda dalam sambutan perpisahannya memaknai perpindahan tersebut dengan penuh kerendahan hati. Ia menegaskan bahwa bagi dirinya, jabatan adalah sebuah amanah yang harus dijaga, bukan mahkota untuk disombongkan. Ia percaya bahwa setiap jiwa memiliki giliran masing-masing dalam roda kehidupan, karena segala bentuk ketinggian posisi hanyalah titipan sang waktu yang bersifat sementara.
Lebih lanjut, Reza mengungkapkan betapa mendalamnya pengaruh Maluku dalam membentuk karakter pribadinya. Ia mengakui bahwa berada di Bumi Raja-Raja telah mengubah pandangannya tentang kehidupan. Di tempat yang jauh dari riuh rendah metropolitan ini, ia belajar banyak tentang nilai kebiasaan dan etika hidup yang tumbuh dari keseharian masyarakatnya. Maluku mengajarkan bahwa kemuliaan justru lahir dari kesederhanaan dan sikap saling membantu tanpa pamrih.
Bagi Reza, pengalaman bertugas di wilayah timur Indonesia ini memberikan pelajaran berharga bahwa etika sejati tidak selalu bersumber dari sistem yang besar, melainkan dari kebiasaan manusia yang mampu menjaga martabat di tengah kesulitan. Prinsip hidup dan kerja yang ditempa melalui interaksi sosial di Maluku inilah yang akan menjadi kompas bagi Reza Adityas Ananda dalam menjalankan tugas strategisnya mengawal pengelolaan kawasan pantai utara Jawa. (Humas/H.S)








