
Ambon, Kemenkum Maluku – Jajaran Kantor Wilayah Kementerian Hukum Maluku menunjukkan komitmen kuat dalam mencetak kader pemimpin berkualitas tinggi dengan mengikuti pembukaan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan 208 Tahun Anggaran 2026 secara virtual. Bertempat di Ruang Rapat Pimpinan, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Maluku, Saiful Sahri, secara virtual memantau langsung jalannya seremoni pembukaan didampingi Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum, Wilson Muskitta, beserta jajaran terkait.
Dalam laporannya, Kepala Pusat Pengembangan Pelatihan Teknis dan Kepemimpinan, Mutia Farida, menjelaskan bahwa pelatihan yang berlangsung dari 4 April hingga 12 Agustus 2026 ini menggunakan metode Pembelajaran Jarak Jauh atau PJJ. Dengan total 907 jam pelajaran selama 104 hari, para peserta akan digembleng melalui enam tahapan krusial, mulai dari pembelajaran mandiri hingga implementasi aksi perubahan yang nyata. Pelatihan ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan kawah candradimuka bagi 40 peserta dari berbagai unit untuk menjadi motor penggerak pelayanan publik yang efektif dan akuntabel.
Kepala BPSDM Hukum, Gusti Ayu Putu Suwardani, saat membuka kegiatan secara resmi menegaskan bahwa jabatan pengawas adalah jembatan vital antara kebijakan pimpinan dan realitas pelayanan di lapangan. Ia menekankan pentingnya penguasaan kompetensi kepemimpinan yang berlandaskan nilai Pancasila untuk menyongsong visi Indonesia Emas 2045. Gusti Ayu Putu Suwardani berpesan agar setiap peserta mampu menjadi agen perubahan yang berintegritas dan adaptif terhadap perkembangan zaman meski proses belajar dilakukan dari jarak jauh.
Dari Bumi Raja-Raja, Kanwil Kementerian Hukum Maluku mengirimkan satu perwakilan terbaiknya, yakni Michael W. Huwae yang menjabat sebagai Analis Pengelolaan Keuangan APBN Muda. Partisipasi ini menjadi bukti nyata keseriusan wilayah dalam memperkuat struktur manajerial di sektor keuangan dan tata kelola.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Maluku, Saiful Sahri, menyampaikan harapan besar terhadap keikutsertaan perwakilan Maluku dalam ajang bergengsi ini. Ia berharap agar ilmu dan wawasan yang didapat selama 104 hari kedepan tidak berhenti sebagai teori di atas kertas, namun benar-benar diaktualisasikan menjadi sebuah inovasi atau aksi perubahan yang mampu menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Saiful menekankan bahwa kepemimpinan yang kuat harus dibarengi dengan akuntabilitas yang tinggi agar kepercayaan publik terhadap institusi semakin kokoh. (Humas/H.S)







