AMBON- Dalam upaya mendukung pemenuhan hak dasar anak dan mendukung Program Pemerintah, Bidang Hak Asasi Manusia (HAM) Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Maluku melakukan pemantauan pelaksanaan program makan gratis bergizi di Kota Ambon. Kegiatan ini dilaksanakan di tiga lokasi berbeda selama dua hari. (17/01/2025).
Pemantauan pertama berlangsung di SD Inpres 22 Nania, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, pada Selasa, 14 Januari 2025. Sebanyak 227 siswa menerima manfaat dari program ini, dengan sajian makanan yang disediakan oleh Badan Pangan Nasional Provinsi Maluku. Hidangan mulai dibagikan pada pukul 11.30 WIT, dan proses masak dilakukan di Batalyon Infanteri 733/Masariku, Jalan Leo Wattimena, Waiheru, Kecamatan Teluk Ambon Baguala.
Selanjutnya, tim melanjutkan pemantauan ke SMK Negeri 2 Ambon, Kecamatan Teluk Ambon, di hari yang sama. Di lokasi ini, 548 siswa menerima makanan bergizi yang disiapkan oleh Badan Pangan Nasional Provinsi Maluku. Pemberian makanan dimulai pukul 13.00 WIT, dengan dapur utama berlokasi di Desa Hative, Kecamatan Teluk Ambon.
Pemantauan terakhir dilakukan pada Kamis, 16 Januari 2025, di TK Kartika 13 Den Zipur V, Desa Rumah Tiga, Kecamatan Teluk Ambon. Sebanyak 41 siswa memperoleh manfaat dari program ini. Sajian makan dimulai pukul 10.30 WIT, dengan proses masak kembali dilakukan di dapur Batalyon Infanteri 733/Masariku.
Kegiatan pemantauan ini dipimpin langsung oleh Kepala Bidang HAM Kanwil Kemenkumham Maluku, M. Ikbal Tahalua, yang didampingi oleh jajaran staf. Dalam keterangannya, M. Ikbal menyampaikan bahwa pelaksanaan program di seluruh lokasi berjalan dengan lancar.
“Program ini adalah salah satu bentuk nyata dari komitmen pemerintah dalam memastikan terpenuhinya hak dasar anak-anak, khususnya hak atas makanan bergizi yang merupakan fondasi penting bagi tumbuh kembang mereka,” ujar M. Ikbal.
Lebih lanjut, M. Ikbal juga menegaskan pentingnya pengawasan program semacam ini untuk memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
Dengan adanya program makan gratis bergizi ini, diharapkan para siswa tidak hanya memperoleh kebutuhan gizi harian yang cukup, tetapi juga dapat lebih fokus dalam belajar dan berkembang menjadi generasi yang berkualitas (Humas/Feas)